Tuesday, 16 October 2018

10 Software Pembuat Animasi

Animasi merupakan gambar bergerak yang terbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi.

Gambar atau objek yang dimaksud dalam penjelasan diatas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannya, animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut.

berikut adalah 10 software pembuat animasi.


1. 3D Studio Max
3D Studio Max (kadangkala disebut 3ds Max atau hanya MAX) adalah sebuah perangkat lunak grafik vektor 3-dimensi dan animasi, ditulis oleh Autodesk Media & Entertainment (dulunya dikenal sebagai Discreet and Kinetix. Perangkat lunak ini dikembangkan dari pendahulunya 3D Studio fo DOS, tetapi untuk platform Win32. Kinetix kemudian bergabung dengan akuisisi terakhir Autodesk, Discreet Logic. Versi terbaru 3Ds Max pada Juli 2005 adalah 7. 3Ds Max Autodesk 8 diperkirakan akan tersedia pada akhir tahun. Hal ini telah diumumkan oleh Discreet di Siggraph 2005.

3ds Max adalah salah satu paket perangkat lunak yang paling luas digunakan sekarang ini, karena beberapa alasan seperti penggunaan platform Microsoft Windows, kemampuan mengedit yang serba bisa, dan arsitektur plugin yang banyak.

2. Blender

Blender merupakan salah satu software terbaik untuk membuat animasi, khususnya untuk membuat grafik 3D. Aplikasi ini dapat digunakan mulai dari pembuatan objek 3D, pembuatan animasi 3D sampai pembuatan game 3D. Blender didukung dengan komunitas yang besar, sehingga akan mempermudah kita, pemula sekalipun untuk mempelajarinya.

3. Synfig Studio
Synfig studio merupakan aplikasi gratis dan open source untuk membuat animasi 2D. Dirancang sebagai solusi industri-kekuatan yang kuat untuk membuat film animasi berkualitas menggunakan vektor dan bitmap. Aplikasi ini menghilangkan kebutuhan untuk membuat bingkai-bingkai dengan animasi, yang memungkinkan anda untuk menghasilkan animasi 2D berkualitas tinggi dengan orang-orang yang lebih sedikit dan sumber daya. Synfig studio tersedia untuk Windows, Linux, dan MacOS.

4. Anime Studio
Anime studio adalah salah satu software animasi terbaik yang memiliki banyak fitur. Anda dapat mendownload versi trial dari software ini secara gratis. Anime studio adalah aplikasi animasi besar yang memungkinkan penggunak untuk menggambar latar belakang, karakter, memasukan suara, dll. Aplikasi animasi ini dapat membantu anda untuk mempublikasikan film sendiri dengan mudah.

5. Sqirlz Morph
Sqirlz morph merupakan salah satu aplikasi animasi gratis terbaik yang tersedia secara gratis di internet. Aplikasi ini adalah utilitas animasi yang sangat sederhana yang memungkinkan pengguna untuk mengedit atau morphing beberapa gambar dan video dengan mudah.

6. Aurora Animasi 3D Maker
Aurora Animasi 3D Maker adalah aplikasi animasi yang paling populer yang memiliki banyak fitur untuk membuat efek animasi terbatas di film anda. Anda dapat menambahkan efek animasi khusus dalam gambar dan film dengan mudah menggunakan antarmuka. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menambahkan watermark untuk video dan foto dengan efek khusus.
 
7. Stykz
Stykz adalah animasi freeware yang kuat yang mendukung semua sistem operasi seperti windows, Mac, dan linux. Anda dapat mendownload versi lengkap dari perangkat lunak ini pada komputer anda secara gratis. Ini memiliki banyak alat yang berguna yang akan membantu anda untuk menghidupkan proyek anda dengan mudah.

8. AnimatorDV
AnimatorDV adalah software animasi yang membantu pangguna untuk membuat film animasi dengan mudah menggunakan antarmuka. Anda dapat mendownload versi lengkap dari AnimatorDV secara gratis dari website resminya.

9. MonkeyJam
MonkeyJam adalah software animasi gratis yang membantu pengguna untuk menciptakan animasi dengan mudah. Salah satu software animasi yang paling berguna yang memungkinkan pengguna untuk merekam animasi mereka sendiri dengan menggunakan fitur stop motion.

10. FotoMorph
FotoMorph merupakan salah satu software animasi terbaik untuk OS Windows. Aplikasi ini menyenangkan, salah satu software animasi yang memiliki banyak fitur untuk mengedit dan meningkatkan gambar animasi. FotoMorph telah dirancang untuk membuat animasi real time dengan sangat mudah menggunakan antarmuka sehingga pengguna bisa mendapatkan gambar editing dengan menyenangkan. FotoMorph memungkinkan pengguna untuk membuat foto lucu dalam hitungan menit. Anda dapat mendownload software animasi ini secara gratis.





Demikian artikel mengenai software pembuat animasi. Tentu masih banyak lagi software animasi selain yang disebutkan diatas.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Friday, 12 October 2018

8 Peralatan Fotografi

Untuk menjadi fotografer profesional, kamera DSLR saja tidak cukup untuk menunjang aktifitas seorang forografer. Dibutuhkan banyak alat fotografi untuk menemani seorang fotografer dalam menjalankan tugasnya.
Berikut ini adalah 8 peralatan fotografi untuk menjadi fotografer profesional.


1. Kamera

Ketika memutuskan menjadi seorang fotografer profesional maka foto yang dihasilkan haruslah di atas rata-rata. Karena itu mutlak menggunakan kamera DSLR level high-end.
Pasalnya, kamera DLSR pro level atau high-end sudah dilengkapi dengan sensor full-frame. Dengan sensor yang besar dan kuat, kemampuan dalam menghasilkan foto pun bakal lebih maksimal.
Dari segi harga, sebuah kamera DLSR pro bisa berharga puluhan kali lipat dari kamera DLSR entry level.
Sebagai gambaran, Canon Eos 5D mark IV saat ini dijual di pasaran dengan harga hampir 50 juta rupiah. Itu adalah harga body only, alias tanpa lensa. Sementara kamera entry level Canon berada di kisaran 6-9 juta rupiah.

2. Lensa

Kamera DSLR pro level tidak akan ada gunanya jika hanya mengandalkan lensa bawaan kamera atau lensa kit. Seorang forografer profesional haruslah punya beragam lensa.
Dari mulai wide angle sampai lensa tele. Jangan ketinggalan pula lensa fix yang punya ketajaman lebih bagus dibanding lensa vario.
Memiliki beragam lensa ini akan sangat membantu kerja fotografer profesional. Karena dia pasti akan memakai lebih dari satu macam lensa dalam satu acara pemotretan. Termasuk ketika melakukan pemotretan outdoor.
Setidaknya lensa yang harus dimiliki adalah lensa sudut lebar, lensa standar 50 mm, dan lensa tele 200 mm.

3. Filter Lensa

Peralatan fotografi yang satu ini memang termasuk dalam kategori aksesoris. Namun kegunaannya tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Filter UV yang merupakan filter paling standar dalam fotografi lebih berfungsi untuk melindungi lensa dari goresan atau kotoran yang bisa membuat hasil foto menjadi tidak bagus.
Selain itu ada banyak jenis filter lain yang kerap digunakan fotografer profesional. Seperti filter ND yang mampu mengurangi intensitas cahaya yang masuk. Bisa juga filter CPL yang bisa membuat gambar terlihat lebih detail.

4. Background

Menjadi fotografer profesional tidak melulu harus bekerja di luar ruangan. Bahkan mungkin sebagian besar dilakukan di dalam ruangan.
Karena itu, kebutuhan untuk memiliki background sangatlah besar. Background akan membantu kerja fotografer untuk mendapatkan latar belakang sesuai tema yang diinginkan.
Untuk pemotretan fashion misalnya, umumnya akan menggunakan warna polos atau bahkan putih. Hal ini akan membantu ketika proses pengeditan foto.
Keberadaan background juga akan membantu meminimalkan distraksi pada foto, sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

5. Lampu Tambahan

Untuk pemotretan di dalam studio, keberadaan lampu tambahan sangatlah mutlak bagi seorang fotografer profesional. Bukan sekadar flash eksternal yang bentuknya ringkas dan dapat dilepas pasang ke kamera. Tapi lampu strobo lengkap dengan cover putih.
Keberadaan lampu tambahan seperti strobo sangat disukai karena konsitensi cahaya yang muncul dan mampu mengalahkan sumber cahaya yang ada di sekitar objek foto. Lampu-lampu ini pun bisa dipasang pada sudut tertentu sesuai kebutuhan atau keinginan sang fotografer.

6. Tripod

Anda akan membutuhkan peralatan fotografi seperti tripod ketika memotret di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Tripod akan membuat kamera berada tetap di tempatnya dengan stabil.
Berbeda dengan ketika kamera berada di tangan si fotografer, sudut pengambilan gambarnya pasti akan berubah-ubah.
Dengan menggunakan tripod, sudut dan wilayah pengambilan gambar tidak akan berubah. Hal ini akan memudahkan kerja fotografer karena tidak perlu banyak mengecek ulang posisi kamera saat akan memotret.

7. Shutter Release
 
Boleh jadi aksesoris yang satu ini tidak banyak diperhitungkan oleh para fotografer amatir. Karena mereka biasanya sudah merasa cukup dengan mengandalkan tombol shutter yang ada di kamera.
Namun, bagi seorang profesional, shutter release akan membantu setiap proses kerjanya dalam mengambil foto sesuai yang diinginkan.
Dengan memakai shutter release, Anda tidak perlu sering bersentuhan dengan tombol shutter di kamera. Karena bukan mustahil posisi kamera akan bergeser ketika akan memencet tombol tersebut.
Shutter release akan membuat proses pemotretan menjadi lebih mudah dan jauh dari kemungkinan bergesernya sudut pengambilan gambar.
 
8. Payung Reflektor 

Sifat cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan menjadi lebih lembut. Payung reflektor memiliki bermacam-macam warna. Warna standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini berasal dari strobo.



Demikian artikel mengenai macam-macam peralatan fotografi. Tentu peralatan fotografi sangat penting terutama untuk fotografer profesional, karena alat-alat tersebut dapat menunjang aktifitas seorang fotografer.
Terimakasih. Semoga bermanfaat.

Tuesday, 9 October 2018

Tips Merawat Kamera DSLR yang Baik

Memiliki kamera DSLR kita tidak hanya bisa menggunakannya saja, tetapi juga harus merawatnya agar tetap awet. Merawat kamera DSLR juga bermanfaat untuk memperpanjang usia kamera. Oleh karena itu kita harus merawat kamera secara rutin.
Berikut adalah tips dalam merawat kamera DSLR dengan baik.


1. Jauhkan Kamera dari Air

Meskipun kamera DSLR Anda diklaim waterproof atau weather sealed, usahakan untuk tetap menjauhkan kamera dari air. Kamera DSLR sangat sensitif terhadap air. Air yang masuk ke dalam kamera bisa merusak komponen internal kamera DSLR Anda.
Selain itu, sisa air yang mengendap juga bisa membuat lensa berembun. Cara membersihkan lensa DSLR tanpa menggunakan air adalah dengan cleaning kit. Cleaning kit adalah rangkaian alat pembersih kamera agar tidak jamuran dan berdebu.

2. Bawa Kamera dalam Tas Khusus

Ketika Anda hendak membawa kamera untuk hunting foto, gunakan tas khusus untuk kamera DSLR. Tas ini dilengkapi dengan bantalan empuk di dalamnya yang menjaga kamera dari segala jenis benturan. Di dalam tas khusus ini juga tersedia ruang khusus untuk menyimpan lensa, charger, filter, dan perlengkapan lain yang akan mendukung aktivitas fotografi Anda.
Tas khusus ini akan melindungi kamera DSLR Anda agar tidak mudah rusak. Hindari memasukkan kamera ke dalam tas biasa atau tas ransel, karena tas tersebut tidak dilengkapi dengan pelindung untuk menjaga kamera tetap aman.

3. Jaga Kebersihan Lensa Kamera

Selalu jaga kebersihan lensa kamera Anda walaupun kamera tersebut tidak akan digunakan. Salah satu cara membersihkan lensa DSLR adalah menggunakan cleaning kit, tetapi Anda juga bisa menggunakan cairan pembersih khusus. Akan tetapi, jangan langsung menyemprotkan cairan pembersih tersebut ke lensa, tapi semprotkan cairan ke lap microfiber, lalu usapkan lap tersebut ke seluruh bagian lensa.

4. Pasang Pelindung Layar pada LCD Kamera

Sama seperti ponsel, cara merawat kamera DSLR khususnya pada bagian LCD-nya adalah dengan memasang screen guard atau pelindung layar. Pelindung ini akan menjaga layar agar tidak tergores atau terkena sidik jari. Bahkan, screen guard akan menjaga layar LCD agar terlindung dari air atau debu.

5. Pasang Filter untuk Melindungi Lensa
 
Satu hal lagi yang harus diperhatikan jika Anda ingin merawat kamera DSLR agar tetap awet, jangan lupa untuk memasang UV Filter pada lensa Anda. Tenang saja, pemasangan filter pada lensa tidak akan mengurangi kualitas bidikan foto.
Sesuai dengan namanya, UV Filter akan menjaga lensa dari pengaruh buruk sinar matahari yang mengandung ultraviolet. Selain itu, fungsi dari filter adalah untuk mencegah debu dan kotoran menempel di lensa. Filter juga harus dibersihkan secara berkala ketika Anda membersihkan lensa. Namun, Anda tidak perlu ekstra hati-hati saat membersihkan filter lensa ini, cukup gosok filter dengan kain halus saja.

6. Pasang Lens Hood pada Kamera
 
Lens hood berguna untuk mencegah cahaya berlebih masuk ke sensor kamera. Perlu Anda ketahui bahwa cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera dalam jangka panjang ternyata bisa mengurangi kepekaan sensor itu sendiri. Oleh karena itu, disaat Anda hunting foto di ruang terbuka pada siang hari, selalu gunakan lens hood dan UV filter. Sekedar informasi, harga lens hood juga tidak terlalu mahal.

7. Bersihkan Body Kamera Secara Berkala

Perawatan tidak hanya dilakukan pada layar LCD saja, tapi juga pada body kamera. Usahakan untuk membersihkan body kamera Anda dengan minyak kayu putih. Mengapa? Karena minyak kayu putih lebih cepat kering dan memiliki kandungan air yang sangat sedikit.
Akan tetapi, saat ini sudah banyak tersedia cairan pembersih untuk merawat body kamera. Aplikasikan cairan tersebut ke kain halus, lalu poles kain tersebut ke seluruh body kamera. Jangan lupa untuk menjangkau karet ring zoom dan ring fokus pada lensa kamera, karena bagian-bagian ini biasanya sering terlewatkan saat seseorang membersihkan body kamera DSLR.

8. Perhatikan Perawatan Baterai Kamera

Baterai lithium-ion yang digunakan pada kamera Anda biasanya memiliki usia sekitar 500 kali siklus pengisian daya. Jadi, apabila sudah melewati siklus 500 kali charging, umumnya daya baterai akan menurun dan Anda harus segera mengganti baterai tersebut. Cara merawat kamera DSLR agar baterai tetap awet adalah jangan membiarkan baterai kamera disimpan di ruangan dengan suhu ekstrem 43 derajat. Jangan lupa untuk mengisi daya baterai apabila Anda sudah tidak menggunakan kamera tersebut dalam jangka waktu panjang.

9. Gunakan Shoulder Strap Saat Mengambil Foto

Hal sederhana yang satu ini juga bagian dari merawat kamera. Ya, Anda harus menggunakan shoulder strap saat sedang membidik gambar di mana pun Anda berada. Tali ini berfungsi untuk menggantung kamera di leher saat Anda sedang mengambil foto.
Karena kita tidak pernah tahu apa hal yang akan terjadi, shoulder strap menjaga kamera agar tidak jatuh atau terlepas dari genggaman Anda. Harga shoulder strap ini murah, tapi mampu melindungi kamera Anda secara optimal.

10. Simpan Kamera Di Dry Box

Dry box akan melindungi kamera dari perubahan suhu yang tergolong ekstrem. Sesuai dengan namanya, kotak penyimpanan ini akan menjaga kamera agar tetap kering dan terhindar dari kelembaban yang dapat merusak komponen internal kamera.
Dry box juga bermanfaat untuk melindungi kamera DSLR agar tidak jamuran. Karena menyimpan kamera di tempat yang lembab dapat membuat kamera berjamur, khususnya pada bagian optik lensa.



Demikin artikel mengenai tips merawat kamera DSLR dengan baik. Dengan merawat kamera secara rutin tentu dapat membuat kamera menjadi awet dan dapat memperpanjang usia kamera.
Semoga bermanfaat.
 
 

Sunday, 7 October 2018

Perbedaan DSLR dengan Kamera Mirrorless

Perkembangan teknologi dalam kamera digital semakin canggih dan berkembang pesat. Di era kemunculannya, kamera Digital Single Lens Reflect (DSLR) menjadi menjadi idola berkat fitur-fitur yang melengkapinya.

Akan tetapi, seiring perkembangan jaman, posisi kamera DSLR mulai goyah oleh keberadaan kamera mirrorless dalam beberapa tahun terakhir ini.

Perbedaan kamera DSLR dengan kamera mirrorless terletak pada keberadaan cermin. Di dalam DSLR terdapat sebuah cermin yang memantulkan gambar dari lensa ke arah viewfinder.

Sementara itu, pada kamera mirrorless cermin itu ditiadakan. Gambar dari lensa langsung diterima oleh sensor.
Untuk lebih jelasnya mari simak beberapa perbedaan kamera DSLR dan kamera mirrorless berikut ini.


1. View Finder atau Jendela Bidik
Setiap kamera DSLR pasti akan punya jendela bidik yang umum disebut dengan Optical View Finder (OVF). Pada kamera mirrorless, fitur ini digantikan oleh Electronic View Finder (EVF).

Pengguna mirrorless akan melihat objek foto seperti apa adanya. Kelebihan EVF adalah kita bisa mengatur ulang gambar yang tampak di LCD agar menghasilkan foto yang sesuai keinginan.

Ketika memotret dengan menggunakan DSLR, Anda tidak akan tahu hasil foto seperti apa sebelum melihatnya di layar LCD. Untuk mirrorless hal-hal seperti itu tidak akan terjadi lagi.

Hasil foto yang didapat sesuai dengan yang dilihat di layar LCD. Tidak akan ada tebak-tebak buah manggis seperti ketika menggunakan DLSR. Terlebih, EVF pada mirrorless saat ini sudah jauh lebih baik dibanding dengan generasi mirrorless pertama.

2. Live Preview
Generasi awal kamera DSLR tidak dilengkapi dengan Live Preview. Fitur ini baru muncul pada kamera DSLR setelah kelahiran mirrorless yang memang langsung dilengkapi Live Preview sejak generasi pertamanya.

Sayangnya, fitur ini umumnya dimiliki DSLR tipe high-end. Untuk tipe entry user, belum ada produsen kamera digital yang menyediakannya.

Di sinilah letak perbedaan kamera DSLR dengan kamera mirrorless. Fitur Live Preview langsung disematkan dalam setiap kamera mirrorless. Namun, beberapa merek dan tipe mirrorless ada yang sulit mematikan simulasi eksposur yang merupakan bagian dari Live Preview.

Hal ini akan menjadi kendala ketika Anda akan menggunakan flash. Karena kamera akan mengukur cahaya yang ada di lingkungan, bukan flash. Hasil foto pun bisa berantakan ketika lupa mematikan fitur ini.

3. DSLR Lebih Besar dan Lebih Berat

Keberadaan cermin pada DSLR merupakan salah satu faktor yang membuat kamera jenis ini sulit didesain dalam bentuk yang ringkas.

Apalagi DSLR punya banyak tombol di body kamera yang tentu membutuhkan ruang yang mencukupi untuk menempatkan semua tombol. Ujungnya, body dan berat DSLR pun lebih besar dari mirrorless.

Kamera mirrorless bisa punya badan lebih kecil dan ringkas karena telah menghilangkan keberadaan cermin. Dengan tubuh yang ringkas dan bobot yang ringan, mirrorless menjadi teman menyenangkan saat dibawa bepergian.

Anda tidak akan terbebani oleh berat kamera saat melakukan travelling. Apalagi, fitur yang dimiliki tidak berbeda jauh dari kamera DLSR.

4. Baterai Mirrorless Lebih Cepat Habis
Kamera mirrorless juga punya kekurangan dibanding DLSR, terutama dalam hal baterai. Dengan tubuh yang besar, DSLR bisa menggunakan baterai dengan kapasitas yang besar pula. Oleh karena itu, DSLR bisa memotret hingga seharian tanpa harus mengganti baterai.

Hal tersebut berbeda pada mirrorless. Desainnya yang ramping otomatis tidak bisa menyimpan baterai berukuran besar sehingga kapasitas baterai mirrorless pun lebih kecil.

Dampaknya, kamera mirrorless tidak bisa digunakan seharian tanpa membawa baterai cadangan. Satu baterai mirrorless rata-rata hanya bisa dipakai untuk mengambil foto sekitar 200-300 gambar saja.

5. Varian Lensa Mirrorless Belum Sebanyak DSLR

Setiap merek DSLR pasti melengkapi produknya dengan sederet lensa. Dari mulai fish eye, lensa fix, hingga tele ratusan milimeter. Bahkan ada banyak lensa produksi pihak ketiga yang bisa diterapkan pada DSLR merek tertentu.

Beberapa produsen mirrorless saat ini memang sudah mulai banyak memproduksi lensa dengan varian yang berbeda. Namun, tetap belum sebanyak DSLR.

Olympus merupakan produsen mirrorless yang cukup serius menyediakan varian lensa untuk produksi mereka. Namun, itupun terbatas untuk level Pro atau Premium. Untuk mirrorless standar, Olympus pun belum menyediakan banyak varian lensa.

6. Image Stabilization
Baik DSLR maupun mirrorless sudah sama-sama memiliki fitur Image Stabilization. Fitur yang bisa mengamankan hasil jepretan Anda dari goyangan tangan ini umumnya disediakan DSLR pada lensa, bukan di dalam body.

Produsen DLSR seperti Canon dan Nikon memang menyematkan fitur ini di setiap lensa produksi mereka.

Inilah yang menjadi perbedaan kamera DSLR dengan kamera mirrorless. Kamera Mirrorles justru memasang fitur antigoncangan ini di dalam body.

Anda harus mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu sebelum melakukan pemotretan. Dengan demikian, gambar yang dihasilkan pun aman dari getaran yang bisa muncul dari tangan saat menggengam kamera.

7. Shutter Mirrorles Lebih Senyap
Ketiadaan cermin pada mirrorless membuat kamera jenis ini punya kelebihan yang tidak dimiliki DSLR. Setiap Anda menekan tombol shutter, maka akan ada pergerakan cermin di dalam badan kamera.

Pergerakan inilah yang menghasilkan suara yang cukup keras didengar orang di sekitarnya. Mirrorless bisa memotret tanpa suara, karena tidak ada pergerakan cermin di dalam tubuhnya. Kalaupun ada suara, itu hanya efek yang sengaja dipasang untuk membuat kesan Anda telah mengambil foto.

Efek suara ini pun bisa Anda ubah menjadi moda senyap, seperti yang banyak diterapkan pada kamera ponsel.

8. Sensor
Mirrorless memang diciptakan dengan meringkas berbagai sensor dalam sebuah proses pengambilan gambar. Sejak melakukan pengukuran cahaya dan kemudian penguncian fokus, mirrorless menggunakan satu sensor utama.

Sementara DSLR menggunakan sejumlah sensor berbeda, terpisah dari sensor utama, hanya untuk mengambil satu gambar saja. Itulah kenapa body DSLR sulit untuk dibuat lebih ringkas.
Saat generasi awal mirrorless, sensor yang dimiliki masih kalah jauh dibanding DSLR. Namun, belakangan sejumlah produsen kamera digital sudah mulai menyeimbangkan langkah mirrorless dengan DSLR.

Di antaranya dengan menanamkan sensor fullframe pada Mirrosless tipe high-end. Seperti yang dimiliki Sony A7 dan A7R. Hal ini akan meningkatkan kualitas gambar Mirroless.

9. Harga Kamera Mirrorless Relatif Lebih Murah
Di awal kemunculannya, harga mirrorless memang lebih murah dibanding DSLR. Namun, belakangan untuk mirrorless kategori high-end sudah masuk kategori mahal.

Bahkan sebuah mirrorless tipe high-end dijual lebih mahal dari kamera DSLR entry level. Tapi memang jika sama-sama dibandingkan dengan DSLR tipe high-end, mirrorless tetap lebih murah.



Itulah beberapa perbedaan dari kamera DSLR dengan kamera mirrorless. Apapun jenis kameranya, tentu harus sesuai kebutuhan. Namun, untuk menjadi seorang fotografer profesional disarankan untuk memilih kamera DSLR untuk menunjang pekerjaan tersebut.
 

Thursday, 4 October 2018

Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Segitiga Exposure adalah kemampuan kamera dalam mengumpulkan cahaya yang masuk. Untuk mengatur Exposure ada 3 komponen yang saling mempengaruhi yaitu Shutter Speed (Kecepatan rana), Aperture (Bukaan diafragma lensa) dan ISO ( International Standardization Organization/ Sensitivitas Sensort kamera).

Segitiga exposure dalam dunia fotografi yaitu gabungan 3 komponen antara Shutter Speed + Aperture + ISO = Exposure. Pengaturan Exposure sangat penting agar foto yang dihasilkan nantinya terlihat indah, jernih, artistic dan dapat dinikmati. Ada 3 istilah hasil foto berkaitan dengan pengaturan komposisi exposure ini yaitu Under-Exposed (UE) artinya jika foto yang dihasilkan terlalu gelap, Exposure-Cukup apabila foto yang dihasilkan komposisinya sesuai dan enak untuk dilihat dan yang terakhir adalah Over-Exposed (OE) yaitu jika foto terlalu terang.

Exposure diibaratkan sebagai sebuah gelas dan cahaya adalah air yang akan dituangkan kedalam gelas. Maka exposure yang tepat adalah pada saat gelas terisi air hingga tepat di bibir gelas. Jika air tidak mencapai bibir gelas, maka gambar under-exposed/ UE dan saat air tumpah karena kepenuhan maka gambar yang diambil akan overexposed/ OE. Sederhana memang tapi untuk menerapkannya tidak sesederhana itu, butuh pengetahuan tertentu.
Saat menekan tombol shutter, maka kamera akan menangkap citra objek menjadi foto dengan tingkat terang yang dipengaruhi oleh tiga factor Exposure atau yang lebih dikenal sebagai “Segitiga Exposure” yang terdiri dari 
  • ISO 
  • APERTURE  
  • SHUTTER SPEED
1. ISO (Sensitivitas Sensor)

ISO merupakan singkatan dari “International Standardization Organization”, dan di dalam dunia fotografi digunakan untuk mewakili tingkat sensitivitas sensor.
Istilah ini serupa dengan ASA dan DIN pada era fotografi analog (sebelum era digital). Pada ISO rendah (misalnya pada angka ISO 100 pada settingan kamera DSLR), sensot akan menangkap gambar secara lebih detail tetapi butuh lebih banyak cahaya sehingga gambar terlihat lebih gelap. Sebaliknya pada ISO tinggi (misalnya ISO > 6400), sensor kamera kana menjadi lebih sensitive sehingga gambar yang dihasilkan semakin terang.
Berikut acuan penggunaan ISO (bukan standar baku hanya acuan saja) :
ISO
ACUAN PENGGUNAAN
100 – 200
Lokasi terang, kebutuhan detail tinggi atau shutter speed rendah
400 – 800
Lokasi dengan pencahayaan yang sedang, misalnya di bawah pohon atau teras rumah, ruang keluarga dengan penerangan yang cukup
800 – 1600
Foto indoor dengan cahaya agak redup atau foto aksi dengan kecepatan tinggi
1600 Keatas
Digunakan pada lokasi dengan pencahayaan yang kurang (Lowlight)

Resiko dalam memainkan ISO adalah adanya Noise, karena semakin tinggi ISO nya semakin bayak pula Noise pada gambar yang di hasilkan.


2. Aperture (Bukaan Diafragma Lensa)

Aperture menentukan banyaknya cahaya yang diteruskan oleh lensa yang kemudian ditangkap oleh sensor kamera. Simbol penulisan yang dipakai adalah F per angka pembagi tertentu. Sebagai contoh adalah F/8 yang berarti lensa tersebut akan terbuka dengandiameter sebesar 1/8 dari panjang focal lensa (focal length). Semakin kecil angka Aperture (misalnya F/2), berarti semakin lebar bukaan lensanya dan foto semakin terang. Sebaliknya, semakin besar angka Aperture (misalnya F/11) berarti semakin sempit bukaan lensanya dan foto menjadi semakin gelap karena cahaya yang masuk semakin sedikit.

Dengan memainkan Aperture dampak yang di dapatkan adalah DOF (Deep of Field) yaitu ketajaman gambar. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini.


3. Shutter Speed

Shutter Speed atau dikenal juga dengan Exposure Time menentukan lamanya sensor kamera dalam menangkap citra dari suatu objek. Penulisan yang sering digunakan adalah 1 per sekian detik.






Pada Shutter speed dengan settingan cepat (misalnya 1/100 detik), jumlah cahaya yang diterima oleh sensor menjadi sedikit, sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih gelap. Sedangkan dengan shutter speed yang lambat (misalnya 1/25 detik), cahaya yang ditangkap oleh sensor menjadi lebih banyak dan gambar yang dihasilkan juga lebih terang. Efek yang ditimbulkan apabila settingan shutter speednya kurang tepat adalah Freeze dan Motion Blur. Pada shutter speed cepat (misalnya 1/1000) objek akan terlihat tidak bergerak atau sering disebut dengan istilah efek “freezing”. Dan sebaliknya pada shutter speed rendah (semisal 1/20), objek akan terlihat kabur atau blur dan berbayang, umumnya disebut dengan istilah “motion blur”.



Lalu Bagaimana Cara Mengatur Exposure ?

Dalam kamera DSLR, terdapat 2 pilihan mode, yaitu manual dan otomatis (Automatic, Program, Aperture Priority dan Shutter Speed Priority).

Untuk dapat menggunakan manual Exposure, anda harus memahami terlebih dahulu tentang shutter speed, aperture dan ISO. Untuk pengertian istilah ketiganya sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Jika ketiganya sudah dipahami, pasti kalian bisa untuk menuangkan air ke dalam gelas tanpa harus tumpah ataupun berkurang.

Rumus Exposure: Shutter Speed + Aperture + ISO = Exposure

Contoh dengan angka:
1/200 + f/1.8 + ISO 100 = 0 (hasil auto exposure)
1/200 + f/1.8 + ISO 200 = 1 (setelah +1 EV exposure compensation) foto akan lebih terang
1/200 + f/1.8 + ISO 100 = -1 (setelah -1 EV exposure compensation) foto akan lebih gelap

Sebagai catatan, exposure compensation adalah bukan bagian dari faktor penentu exposure. Exposure compensation hanya mengubah hasil perhitungan auto exposure saja. Jika kita menerapkan exposure compensation positif, maka hasil perhitungan auto exposure kamera akan lebih terang daripada sebelumnya atau ketika belum di setting. Jika kita menerapkan exposure compensation negatif, maka hasil perhitungan auto exposure akan lebih gelap daripada sebelumnya.

Exposure diatur sesuai dengan kebutuhan kalian. Kebutuhan di sini maksudnya adalah kalian mengambil foto untuk tema apa, indoor atau outdoor, teknik yang kalian gunakan seperti apa. Karena ada berbagai jenis fotografi dan teknik melakukannya. misalnya fotografi dengan teknik levitasi, teknik bulb atau teknik lainnya. Masing - masing teknik membutuhkan settingan yang berbeda - beda satu sama lainnya, jadi kita harus benar - benar tahu dasarnya terlebih dahulu.



Demikian artikel mengenai segitiga exposure dalam fotografi.
Semoga artikel ini bermanfaat.

Jenis-Jenis Fotografi

1. Fotografi Landscape

Fotografi Landscape adalah fotografi pemandangan alam atau dalam pengertian lain adalah jenis fotografi yang merekam keindahan alam. Dapat juga dikombinasikan dengan yang lain seperti manusia, hewan dan yang lainnya, namun tetap yang menjadi fokus utamanya adalah alam. Ada beberapa sub dari fotografi landscape seperti seascape yang lebih fokus ke laut, cityscape yang fokus ke perkotaan dan skyscape yang fokus pada pemandangan langit.

2. Wildlife Fotografi
 
Wildlife fotografi lebih memfokuskan objek pada pengambilan gambar adalah hewan. Kadang hewan berperilaku unik dan jika kita berada di waktu dan tempat yang tepat kita dapat mengabadikan aksi hewan tersebut dan pastinya akan menjadi hasil karya yang menarik.

3. Sports Fotografi

Dalam olahraga, ada banyak moment dramatis dan menegangkan yang sangat menarik untuk direkam dalam kamera. Lalu, muncullah istilah sport photography yang berusaha mengabadikan setiap kejadian menarik di tengah lapangan atau lintasan.

4. Human Interest

Subjek utama dalam human interest photography adalah manusia. Namun ada hal mendasar yang membedakan keduanya. Human interest (HI) lebih menonjolkan sisi kehidupan dan interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya dalam kesehariannya.

5. Fotografi Macro

Fotografi macro adalah adalah jenis fotografi dengan pengambilan gambar dari jarak dekat dengan obyek utama benda-benda kecil. Objek fotografi makro dapat berupa serangga, bunga, embun atau benda lain yang di close-up sehingga menghasilkan detail yang menarik. Fotografer  umumnya menggunakan lensa macro agar hasil foto terlihat lebih tajam, tapi fotografer dengan budget terbatas bisa menggunakan close-up filter, extension tube atau reverse ring sebagai alternatif lensa macro.

6. Street Photography

Street Photography atau fotografi jalanan adalah aliran fotografi yang menarik. Sedikit berbeda dengan fotojurnalistik yang fokusnya mengabadikan momen puncak/klimaks . Street photography bertujuan untuk merekam kegiatan sehari-hari . Foto biasanya diambil dari jarak dekat dan fotografer berada disekitar objek daripada dari jarak jauh. Fotografer harus dapat mengambil gambar dengan diam-diam tapi bukan sembunyi dan melakukannya dengan cepat dan lugas.

7. Fotografi Light Painting

Fotografi light painting atau melukis dengan cahaya sangatlah unik. Memotret dengan teknik light painting adalah hal yang sangat mengasyikkan dan salah satu penggunaan kreatif shutter speed. Dalam fotografi light painting, kita membuka shutter dalam waktu yang cukup lama (long exposure), memotret dalam kegelapan dan mengarahkan sumber cahaya terarah (misal lampu senter) pada beberapa titik obyek foto dalam rentang sepanjang shutter terbuka.




Demikianlah artikel mengenai jenis-jenis fotografi. Semoga bermanfaat.

Tuesday, 2 October 2018

Macam-Macam Teknik Pengambilan Gambar (Type of Shot)

Type Of Shot adalah sebuah teknik pengambilan gambar yang bertujuan untuk memilih luas area frame yang di berlakukan kepada objek utama dalam foto baik frame yang lebar maupun sempit untuk membenarkan pemotongan oleh frame tersebut.
Teknik pengambilan gambar ini sangat membantu untuk menguatkan kaidah fotografi terutama dalam memotret model.
Berikut adalah beberapa teknik pengambilan gambar dalam dunia fotografi.


1. Extreme Long Shot

Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang sangat luas, kamera mengambil keseluruhan pandangan. Hal ini bertujuan agar obyek utama dan subyek beserta suasana lingkungan dari obyek tersebut terlihat lebih menyatu dan harmoni.Dengan begitu, secara keseluruhan foto terlihat lebih dramatis dengan satu kesatuan komposisi antara obyek, subyek foto dan suasana lingkungan tersebut.
2. Long Shot

Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dibandingkan dengan Exteme Long Shot. Teknik ini lebih di fokuskan pada gestur tubuh dan interaksi orang tersebut pada lingkungan sekitar.

3. Medium Long Shot

Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dari pada long shot, objek manusia biasanya ditampilkan dari atas lutut sampai di atas kepala.

4. Medium Shot

Di sini obyek menjadi lebih besar dan dominan, obyek manusia ditampakkan dari atas pinggang sampai di atas kepala. Latar belakang masih nampak sebanding dengan objek utama. Teknik ini bertujuan untuk lebih memfokuskan pada bahasa tubuh orang tersebut dan ekspresi wajahnya.

5. Close Up

Shot dekat, objek menjadi titik perhatian utama di dalam shot ini, latar belakang nampak sedikit sekali. Untuk objek manusia biasanya ditampilkan wajah dari bahu sampai di atas kepala. Teknik ini bertujuan untuk lebih fokus pada ekspresi wajah orang tersebut.
Ketika orang yang akan di foto menonjolkan ekspresi yang menarik (tersenyum, tertawa, menangis, sedih dsb), sangat cocok menggunakan teknik Close Up ini.

6. Big Close Up

Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Objek mengisi seluruh layar dan jelas sekali detilnya. Big Close Up memiliki persamaan yang sama pada teknik Close Up.Namun lebih memilih untuk menyempitkan frame lagi yang bertujuan untuk lebih detail dari ekspresi wajah orang tersebut.

7. Extreme Close Up

Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Objek mengisi seluruh layar dan lebih jelas sangat detilnya. Teknik ini bertujuan hanya mengekspos salah satu bagian ekspresi wajah tersebut. Seperti hanya memotret matanya saja atau hanya potongan ekspresi wajahnya.


Demikian artikel mengenai teknik pengambilan gambar atau type of shot.
Semoga bermanfaat.

Macam-Macam Angle dalam Fotografi

Angle dalam fotografi merupakan sudut pengambilan gambar atau sudut perspektif yang terekam oleh kamera.
Angle dalam istilah lain disebut sebagai posisi atau sudut bidik mempunyai peranan penting dalam fotografi, karena dengan mengetahui berbagai angle dalam fotografi maka kita akan lebih mudah mendapatkan konsep foto yang kita inginkan.
Berikut adalah beberapa macam angle dalam fotografi yang umum dilakukan oleh seorang photographer.
1. Eye Level

Sudut pandang ini adalah sudut pandang atau angle yang umum digunakan. Pada angle ini lensa kamera dibidik sejajar dengan tinggi objek atau dengan mata kita. Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan dipotret layaknya mata kita melihat objek secara biasa. Pengambilan angle ini kebanyakan untuk memotret manusia dan aktifitasnya (Human interest).
2. Low Angle
Pada sudut pengambilan foto ini, kamera diposisikan lebih rendah dari objek. Low angle biasanya digunakan untuk menunjukkan kesan elegan, megah dan tangguh. Sudut pandang pemotretan ini sering juga diterapkan pada fotografi cityscape, contohnya pada foto gedung-gedung penacakar langit.
3. High Angle
Sudut pengambilan gambar ini digunakan untuk menangkap kesan luas dari objek yang difoto. Pada angle ini kamera diposisikan lebih tinggi dari objek, sehingga memberi kesan kecil dari objek yang difoto. Dengan angle ini kita bisa memasukkan elemen-elemen pendukung komposisi ke dalam frame. Penerapan high angle bisa juga diterapkan pada foto pemandangan (landscape).
4. Bird Eye Level 

Angle ini merupakan pengambilan gambar pada sudut yang sangat tinggi dan jauh. Anda bisa mencoba mendapatkan hasil yang berbeda dengan mengambil foto dari titik yang terletak diketinggian. Dalam sudut pemotretan ini, posisi objek berada di bawah atau lebih rendah dari kita berdiri. Dari sudut pandang ini, kita memiliki area pandang yang sangat luas, termasuk juga perspektif objek dan hubungannya dengan benda – benda di sekelilingnya.
5. Frog Eye Level
Pada pemotretan dengan angle ini kamera disejajarkan dengan tanah. Angle ini biasanya digunakan untuk objek yang posisinya di atas tanah. Untuk memotret dengan sudut pandang ini terkadang fotografer harus tiduran di tanah, untuk menghasilkan foto yang bagus.
Angle atau sudut pengambilan gambar merupakan kreatifitas yang diperlukan oleh seorang photographer. Perlu kreatifitas dan mata jeli dari photogrqpher dalam melihat objek, untuk menghasilkan foto yang bagus. karena dapat membuat objek menjadi berkualitas.
Demikian artikel mengenai macam-macam angle dalam fotografi. Semoga bermanfaat.

Perbedaan Hardware dan Software

Setiap perangkat elektronik baik itu komputer maupun laptop tak lepas dari software dan hardware. Keduanya sangat penting karena merupakan a...